Kepala
Desa Pakatto, Basir, membuka malam pertama itikaf yang diselenggarakan oleh
PC-LDII Bontomarannu, bertempat di Masjid Haerul Huda, Jl Kampung Borong Lasa,
Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015).
Sebelum membuka secara resmi, Pak Desa memberikan beberapa arahan dan petuah
kepada peserta Itikaf.
Dalam arahannya sebelum membuka
secara resmi, Pak Desa menyampaikan terimakasih
kepada LDII karena telah memilih daerah pemerintahannaya dalam menjalankan
dakwah. LDII, menurutnya, adalah organisasi Islam yang baik dan resmi. “Tidak
mungkin pemerintah mau datang pada golongan yang abal-abal,” jelasnya, tersirat menyebut LDII bukan golongan abal-abal.
Pada kesempatan tersebut, Kepala
Desa yang telah menjabat satu tahun lebih ini juga mengatakan siap untuk
menghadiri acara LDII pada kesempatan lain jika diundang. Sebaliknya, Pak desa
juga berharap partisipasi LDII dalam berbagai program pemerintah, seperti
halnya ikut meramaikan pesta HUT RI 17 Agustus. “Jika LDII ingin lebih dikenal,
mari ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari kemerdekaan,” ajakannya.
Usai membuka acara, Pak Desa
yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi masjid itu kemudian mengikuti
acara pengkajian Al-hadits yang dipimpin oleh Ustad Haeruddin S Pdi. Pengkajian
ini membahas tentang bab hukum-hukum dalam islam, yang dihimpun dalam Kitab Ahkam. Salah satu hadits yang dimangkulkan –Istilah pemindahan ilmu
dari guru ke murid dalam LDII– adalah hadits yang menjelaskan tentang
perpecahan umat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Daud itu
menjelaskan bahwa umat Yahudi dan Nasrani akan terpecah menjadi 71 atau 72
golongan, sedangkan umat Islam sendiri akan terpecah menjadi 73 golongan.
“Hadits ini telah terbukti,” kata Haeruddin.
Usai
membuka acara itikaf secara resmi, Kepala Desa Pakatto mengikuti pengkajian
Al-Hadits yang dipimpin oleh Ustad Haeruddin S Pdi. Hadits yang dikaji adalah
Kitab Ahkam dan membahas tentang perpecahan umat yang diriwayatkan oleh Sunan
Abu Daud.
Meski tidak mengikuti seluruh
rangkaian itikaf, namun Pak Desa meminta do’a restu dari warga LDII agar di
tahun yang akan datang dapat ikut itikaf bersama warga LDII.
Kepala
Desa Pakatto, Basir (7 dari kiri) berfoto bersama jajaran pengurus LDII usai pembukaan
acara malam pertama itikaf yang berlangsung di Masjid Haerul Huda Jl Kampung
Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, pada Selasa malam
(7/7/2015).. Acara Itikaf akan berlangsung selama sepuluh malam terakhir
Ramadhan dan diikuti oleh seluruh warga LDII.
Itikaf
sendiri merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh LDII seluruh
Indonesia dan merupakan rangkaian ibadah dalam Islam. Itikaf adalah berdiam
diri di masjid dalam rangka menunggu turunnya malam lailatul qodr, yang mana pelaksanaannya dilakukan pada sepuluh malam
terakhir di bulan Ramadhan, yakni pada malam ke-21 hingga malam ke-30.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar