Rabu, 08 Juli 2015

BUKA ACARA ITIKAF LDII, PAK DESA IKUT MENGAJI

Basir atau akrab disapa warganya Deng Lira, selaku Kepala Desa Pakatto hadir membuka langsung acara malam pertama Itikaf Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Acara tersebut bertempat di Masjid Khaerul Huda, Jl Kampung Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015).


Kepala Desa Pakatto, Basir, membuka malam pertama itikaf yang diselenggarakan oleh PC-LDII Bontomarannu, bertempat di Masjid Haerul Huda, Jl Kampung Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015). Sebelum membuka secara resmi, Pak Desa memberikan beberapa arahan dan petuah kepada peserta Itikaf.

Dalam arahannya sebelum membuka secara resmi, Pak Desa menyampaikan terimakasih kepada LDII karena telah memilih daerah pemerintahannaya dalam menjalankan dakwah. LDII, menurutnya, adalah organisasi Islam yang baik dan resmi. “Tidak mungkin pemerintah mau datang pada golongan yang abal-abal,” jelasnya, tersirat menyebut LDII bukan golongan abal-abal.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa yang telah menjabat satu tahun lebih ini juga mengatakan siap untuk menghadiri acara LDII pada kesempatan lain jika diundang. Sebaliknya, Pak desa juga berharap partisipasi LDII dalam berbagai program pemerintah, seperti halnya ikut meramaikan pesta HUT RI 17 Agustus. “Jika LDII ingin lebih dikenal, mari ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari kemerdekaan,” ajakannya.

Usai membuka acara, Pak Desa yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi masjid itu kemudian mengikuti acara pengkajian Al-hadits yang dipimpin oleh Ustad Haeruddin S Pdi. Pengkajian ini membahas tentang bab hukum-hukum dalam islam, yang dihimpun dalam Kitab Ahkam. Salah satu hadits yang dimangkulkan –Istilah pemindahan ilmu dari guru ke murid dalam LDII– adalah hadits yang menjelaskan tentang perpecahan umat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Daud itu menjelaskan bahwa umat Yahudi dan Nasrani akan terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, sedangkan umat Islam sendiri akan terpecah menjadi 73 golongan. “Hadits ini telah terbukti,” kata Haeruddin.

Usai membuka acara itikaf secara resmi, Kepala Desa Pakatto mengikuti pengkajian Al-Hadits yang dipimpin oleh Ustad Haeruddin S Pdi. Hadits yang dikaji adalah Kitab Ahkam dan membahas tentang perpecahan umat yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Daud.

Meski tidak mengikuti seluruh rangkaian itikaf, namun Pak Desa meminta do’a restu dari warga LDII agar di tahun yang akan datang dapat ikut itikaf bersama warga LDII.

Kepala Desa Pakatto, Basir (7 dari kiri) berfoto bersama jajaran pengurus LDII usai pembukaan acara malam pertama itikaf yang berlangsung di Masjid Haerul Huda Jl Kampung Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015).. Acara Itikaf akan berlangsung selama sepuluh malam terakhir Ramadhan dan diikuti oleh seluruh warga LDII.

Itikaf sendiri merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh LDII seluruh Indonesia dan merupakan rangkaian ibadah dalam Islam. Itikaf adalah berdiam diri di masjid dalam rangka menunggu turunnya malam lailatul qodr, yang mana pelaksanaannya dilakukan pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, yakni pada malam ke-21 hingga malam ke-30.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar