Selasa, 15 September 2015

MERAIH PAHALA BESAR DENGAN BERQURBAN

Dokumentasi Qurban LDII Pakatto 1435H, 2014M. 
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Tinggal menghitung hari, kita kembali dipertemukan dengan hari raya qurban. Hari yang hanya dapat dijumpai satu kali dalam setahun, yakni pada bulan haji atau tanggal 10 dzulhijjah. Moment ini merupak­an kesempatan kita untuk meraut pa­hala yang sangat besar sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Tidak ada amalan yang menyaingi pahala berqurban pada hari ini (hari raya), kecuali keluar berjihad dengan membawa seluruh harta, dan kembali tinggal nama (meninggal)” (Alhadits).

Selain itu merupakan amalan yang paling mulia, juga pada hari kiamat nanti, hewan qurban yang kita sem­belih akan datang pada kita lengkap dengan tanduknya, bulu-bulunya, kuku-kukunya, dan setiap bulu kasar maupun bulu halus akan dibalas oleh Allah dengan satu kebaikan, Sabda Rasulullah SAW:

Tidak ada amalan anak adam yang lebih disenangi oleh Alloh daripada amalan yang mengalirkan darah (berqurban) yang mana pada hari kiamat hewan qurban itu akan da­tang dengan sempurna, tanduknya, bulunya, dan kukunya...” (H.R. Tir­midzi)

Subehanallah, sungguh luar biasa ya pahala berqurban itu.

Maka dari itu, kesempatan ini jangan sampai terlewatkan begitu saja. Mari kita mempersungguh berqurban, sebab ini juga merupakan perintah langsung dari Allah kepada orang beriman, sebagaimana Firman Allah dalam Al-qur’an:

Sesungguhnya aku telah memberi­kan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena tu­hanmu dan berqurbanlah” (Q.S.Al-Kautsar :1-2).

Sama halnya dengan perintah melak­sanakan haji, maka berqurban juga merupakan kewajiban yang harus di­tunaikan jika kita telah mampu. Se­bagaimana sabda Rasulullah SAW:

Barangsiapa memiliki keluasan harta dan tidak mau menyembelih qurban maka jangan mendekat pada tempat shalatku”. [Hadist Ibnu Ma­jah No. 3123 Kitabul Adlohi]

Maka perlu diwaspadai, jangan sam­pai kita tergolong orang yang di­larang oleh nabi mendekati tempat sholatnya. Jika mendekati tempat sholat saja tidak boleh, bagaimana bisa masuk surga?

Lalu sudah siapkah kita menyembe­lih hewan qurban tahun ini? Harus siap dong! Jika belum siap, yu mari menabung mulai sekarang, mum­pung masih ada waktu. Jika tidak mampu berqurban tunggal, boleh berpatungan dengan saudara atau temannya yang lain. Jangan sampai hanya sekedar jadi penonton. Hanya menunggu pembagian daging qur­ban, tapi tidak berani berqurban.


Sebelum penulis akhiri artikel ini, perlu juga penulis ingatkan, agar tetap menjaga niat dalam berqurban. Tujuan kita menyembelih hewan qurban adalah untuk mendapatkan pahala yang besar BUKAN UNTUK MENCARI DAGING. Kalau niat­nya hanya sekedar mencari daging, lebih baik uangnya disimpan untuk membeli daging di pasar, Inyaallah jumlahnya lebih banyak he he he. Juga jangan lupa agar tetap menja­lin kerukunan dan kekompakan, agar semuanya berjalan lancar dan baro­kah. (*)


Artikel ini telah diterbitkan di Buletin IQRO' edisi Agustus 2015 pada rubrik Budaya.
Rubrik Budaya pada Buletin IQRO' edisi Agustus 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar