Selasa, 21 Juli 2015

GENGGAMLAH TANGANKU UNTUK SELAMANYA

-Genggamlah Tanganku Untuk Selamanya-  Kupersembahkan untukmu, pasangan yang selalu setia bergandengan tangan.

Tak dipungkiri lagi, bahwa salah satu tanda keharmonisan pasangan adalah selalu berdampingan dimanapun ia berada. Tak peduli di tempat ramai, maupun di tempat yang sepi. Bergandengan tangan, melambai bersama, dan berbagi kesenangan adalah hal yang biasa dilakukannya. Baginya, tak ada alasan yang membuat keduanya berpisah jauh, terlebih dalam waktu yang lama.


Genggamlah tanganku untuk selamanya. By Riswandi and Aisyah
Semua orang menginginkan hal tersebut. Sebab hal itulah yang menjadi tujuan inti dari sebuah pernikahan. Untuk apa menjalin hubungan, jika tidak bisa menjalin keharmonisan yang baik.Namun pada kenyataannya, tidak semua pasangan yang telah resmi dalam ikatan pernikahan mampu menjalin hubungan rumah tangga yang harmonis. Tidak sedikit pasangan yang sering terjadi percekcokan. Bahkan banyak terjadi perceraian dini. Ironisnya, penyebabnya hanyalah persoalan sepeleh.

Maka untuk menjaga hubungan yang baik, perlu adanya komunikasi yang baik, dan saling mengerti satu sama lain. Selain itu, salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan pasangan yang utuh adalah dengan selalu berdampingan saat bepergian. Entah ke rumah kerabat, rumah keluarga, bahkan saat berpetualang.

Kemanapu aku menemanimu. By Riswandi dan Aisyah
Lanjut baca yang ini

Rabu, 08 Juli 2015

DUA SISI CINTA

Saat cinta sudah dianggap segalanya, maka berhati hatilah. Sebab cinta punya dua sisi. Di balik sisinya yang indah nan bercahaya, terdapat jurang kepahitan nan gulita.
Cinta memang kejam. Membuat kita jatuh dengan mudahnya, namun sulit untuk bangkit kembali.
Cinta juga penipu. Awalnya indah berbunga, tapi akhirnya luka berduri.
Lalu apa kita harus takut dengan cinta? TIDAK, tapi WASPADA!
Sebab Cinta itu adalah anugrah. Jika kita mampu memposisikan pada tempatnya, maka cinta itu manis, dan abadi.

Makassar, 30 Mei 2015

LARI PAGI

Keringat yang bercucuran di selaput tubuhku pagi ini melambangkan makna perjuangan.
Setiap tetesnya melambangkan keseriusan.
Setiap helaan nafasku yang tersendat mengandung arti kerja keras.
Setiap hentakan kaki yang bertubi tubi mengandung arti kesemangatan.
Dan setiap ayunan tangan ke depan dan ke belakang bermakna dedikasi.
Perjuangan itu mutlak, begitupun kerja keras.
Meski hasilnya adalah ketentuan Sang Ilahi.
Makassar, 1 Juni 2015

SEPI

Ku terdiam,,
Menyendiri di tengah risau
Merekap rindu yang menggegap
Menitih pilu yang perih
Menghibur diri yang kian lebur
Bak tenggelam dalam lautan kelam
Tersendat dalam sesak
Lebur dalam runtuhan kubur
Lenyap dalam senyap
Lekas hancur tak berbekas
Kurangkai kata ini, tuk mengumbar rindu yang menyiksa
Jasad yang gerah, tak terjamah oleh bisikan kasihmu....

Gowa, 9 Juni 2015

TENTANG HATI

Hati itu tidak pernah bohong. Selalu mengatakan apa yang sebenarnya. Namun terkadang hanya pemilik hati dan penciptanya yang mengetahuinya. Bahkan malaikat sekalipun tidak mampu menebak maksud dari hati.
Terkadang hati terluka, tapi ditutup oleh senyumnya bibir.
Terkadang hati merasa sedih, tapi ditutupi oleh wajah yang ceria.
Terkadang hati merasa susah, tapi disembunyikan oleh jiwa yang terhibur.
Terkadang hati itu menangis, tapi air mata merahasiakannya.
Terkadang pula hati ingin berbicara, tapi lidah tak sanggup bertutur.
Hati itu selalu jujur, tapi terkadang mulut yang berdusta.
Gowa, 9 Juni 2015

BUKA ACARA ITIKAF LDII, PAK DESA IKUT MENGAJI

Basir atau akrab disapa warganya Deng Lira, selaku Kepala Desa Pakatto hadir membuka langsung acara malam pertama Itikaf Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Acara tersebut bertempat di Masjid Khaerul Huda, Jl Kampung Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015).


Kepala Desa Pakatto, Basir, membuka malam pertama itikaf yang diselenggarakan oleh PC-LDII Bontomarannu, bertempat di Masjid Haerul Huda, Jl Kampung Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015). Sebelum membuka secara resmi, Pak Desa memberikan beberapa arahan dan petuah kepada peserta Itikaf.

Dalam arahannya sebelum membuka secara resmi, Pak Desa menyampaikan terimakasih kepada LDII karena telah memilih daerah pemerintahannaya dalam menjalankan dakwah. LDII, menurutnya, adalah organisasi Islam yang baik dan resmi. “Tidak mungkin pemerintah mau datang pada golongan yang abal-abal,” jelasnya, tersirat menyebut LDII bukan golongan abal-abal.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa yang telah menjabat satu tahun lebih ini juga mengatakan siap untuk menghadiri acara LDII pada kesempatan lain jika diundang. Sebaliknya, Pak desa juga berharap partisipasi LDII dalam berbagai program pemerintah, seperti halnya ikut meramaikan pesta HUT RI 17 Agustus. “Jika LDII ingin lebih dikenal, mari ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari kemerdekaan,” ajakannya.

Usai membuka acara, Pak Desa yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi masjid itu kemudian mengikuti acara pengkajian Al-hadits yang dipimpin oleh Ustad Haeruddin S Pdi. Pengkajian ini membahas tentang bab hukum-hukum dalam islam, yang dihimpun dalam Kitab Ahkam. Salah satu hadits yang dimangkulkan –Istilah pemindahan ilmu dari guru ke murid dalam LDII– adalah hadits yang menjelaskan tentang perpecahan umat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Daud itu menjelaskan bahwa umat Yahudi dan Nasrani akan terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, sedangkan umat Islam sendiri akan terpecah menjadi 73 golongan. “Hadits ini telah terbukti,” kata Haeruddin.

Usai membuka acara itikaf secara resmi, Kepala Desa Pakatto mengikuti pengkajian Al-Hadits yang dipimpin oleh Ustad Haeruddin S Pdi. Hadits yang dikaji adalah Kitab Ahkam dan membahas tentang perpecahan umat yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Daud.

Meski tidak mengikuti seluruh rangkaian itikaf, namun Pak Desa meminta do’a restu dari warga LDII agar di tahun yang akan datang dapat ikut itikaf bersama warga LDII.

Kepala Desa Pakatto, Basir (7 dari kiri) berfoto bersama jajaran pengurus LDII usai pembukaan acara malam pertama itikaf yang berlangsung di Masjid Haerul Huda Jl Kampung Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015).. Acara Itikaf akan berlangsung selama sepuluh malam terakhir Ramadhan dan diikuti oleh seluruh warga LDII.

Itikaf sendiri merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh LDII seluruh Indonesia dan merupakan rangkaian ibadah dalam Islam. Itikaf adalah berdiam diri di masjid dalam rangka menunggu turunnya malam lailatul qodr, yang mana pelaksanaannya dilakukan pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, yakni pada malam ke-21 hingga malam ke-30.


SEKDA GOWA AJARKAN STRATEGI PADA PEMUDA LDII

Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Gowa, Drs H Muchlis hadir memberikan arahan kepada puluhan Pemuda dan Pemudi LDII Gowa dalam acara Pengkajian Al-qur’an dan Al-Hadits yang dilaksanakan DPD LDII Gowa. Kegiatan ini bertempat di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Sombaopu, Gowa, pada Selasa (23/06/2015).

Sekda Gowa, Drs H Muchlis membahas tentang tiga langkah dalam merumuskan perencanaan strategi pada sebuah organisasi dalam acara Pengkajian Al-qur’an dan Al-hadits yang dilaksanakan oleh DPD LDII Gowa di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kec. Somba Opu, Gowa, Selasa (23/06/2015).


Sekda yang baru dilantik 1 Juni lalu ini merasa terpanggil untuk turut membina generasi muda Gowa, terlebih generasi yang berkecimpung di lembaga keagamaan seperti LDII. Maka dalam kesempatan itu, mantan Kepala Bappeda Gowa ini mengulas tentang tiga langkah dalam merumuskan perencanaan strategi pada sebuah organisasi. Tiga langkah itu adalah identifikasi faktor berpengaruh, pemetaan, dan penentuan strategi.

Tahap identifikasi, menurut Muchlis, adalah langkah awal yang sangat penting dipahami agar tidak salah dalam merumuskan strategi. Pada langkah ini, yang penting adalah mengetahui mana unsur yang positif dan mana unsur negatif, baik dari faktor internal maupun dari faktor eksternal. “Jika keliru mengidentifikasi, maka akan keliru menentukan strategi,” ucapnya.

Sekda Gowa, Drs H Muchlis berfoto bersama pengurus LDII Gowa dan pemuda LDII yang mengikuti acara pengkajian Al-qur’an dan Al-hadits di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kec. Somba Opu, Gowa, Selasa (23/06/2015). Puluhan peserta terdiri dari pemuda LDII yang ada di Kabupaten Gowa.

Selanjutnya tahap pemetaan adalah pengelompokan dari unsur-unsur yang berpengaruh. Unsur yang merupakan kekuatan (strength) digabungkan menjadi satu, begitupun unsur yang merupakan kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dan disusun dalam sebuah tabel atau matriks. Sedangkan pada penentuan strategi, dibentuk berdasarkan persilangan dari hasil pemetaan. Dari hasil persilangan ini diperoleh empat macam strategi, yakni strategi SO (strength- opportunity), strategi WO (weakness-opportunity), strategi ST (strength- threat), dan strategi WT (weakness- threat). “Setiap situasi yang berbeda, strategi yang diambil juga harus berbeda,” tegas Sekda.

Sekda Gowa, Drs H Muchlis (tengah) berfoto bersama pengurus LDII Kab. Gowa usai memberikan arahan pada sejumlah pemuda LDII Gowa dalam acara pengkajian Al-qur’an dan Al-Hadits yang diadakan DPD LDII Gowa di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kec. Somba Opu, Gowa, Selasa (23/06/2015). Pengurus LDII mengucap terimakasih atas perkenan Sekda memberikan arahan pada generasi muda LDII.

Hadir memberikan sambutan, Ketua DPD LDII Kabupaten Gowa, Drs Santri MT. Dalam sambutannya, Santri menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekda atas perkenannya memberikan arahan kepada generasi binaannya. Hadir pula sekretaris DPD LDII Gowa, Saparuddin S Ag, serta beberapa ulama dan warga LDII lainnya.


Ketua DPD LDII Gowa, Drs Santri MT (kiri) memberikan majalah Nuansa Persada kepada Sekda Gowa, Drs H Muchlis (kanan) dalam acara pengkajian Al-qur’an dan Al-hadits yang dilaksanakan oleh DPD LDII Gowa di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kec. Somba Opu, Gowa, Selasa (23/06/2015).

Pengkajian Al-qur’an dan Al-hadits yang dilakukan DPD LDII Gowa ini dilakukan untuk membina para generasi penerus dalam upaya membentengi diri dengan ilmu dan ketakwaan. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, terhitung dari tanggal 19 Juni sampai 24 Juni 2015, dan mengangkat tema “Mencari Ilmu di Bulan yang Penuh Berkah.” Acara ini diikuti oleh seluruh generasi muda LDII yang ada di Kabupaten Gowa.

Baca juga di sini