Selasa, 15 September 2015

MERAIH PAHALA BESAR DENGAN BERQURBAN

Dokumentasi Qurban LDII Pakatto 1435H, 2014M. 
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Tinggal menghitung hari, kita kembali dipertemukan dengan hari raya qurban. Hari yang hanya dapat dijumpai satu kali dalam setahun, yakni pada bulan haji atau tanggal 10 dzulhijjah. Moment ini merupak­an kesempatan kita untuk meraut pa­hala yang sangat besar sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Tidak ada amalan yang menyaingi pahala berqurban pada hari ini (hari raya), kecuali keluar berjihad dengan membawa seluruh harta, dan kembali tinggal nama (meninggal)” (Alhadits).

Selain itu merupakan amalan yang paling mulia, juga pada hari kiamat nanti, hewan qurban yang kita sem­belih akan datang pada kita lengkap dengan tanduknya, bulu-bulunya, kuku-kukunya, dan setiap bulu kasar maupun bulu halus akan dibalas oleh Allah dengan satu kebaikan, Sabda Rasulullah SAW:

Tidak ada amalan anak adam yang lebih disenangi oleh Alloh daripada amalan yang mengalirkan darah (berqurban) yang mana pada hari kiamat hewan qurban itu akan da­tang dengan sempurna, tanduknya, bulunya, dan kukunya...” (H.R. Tir­midzi)

Subehanallah, sungguh luar biasa ya pahala berqurban itu.

Maka dari itu, kesempatan ini jangan sampai terlewatkan begitu saja. Mari kita mempersungguh berqurban, sebab ini juga merupakan perintah langsung dari Allah kepada orang beriman, sebagaimana Firman Allah dalam Al-qur’an:

Sesungguhnya aku telah memberi­kan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena tu­hanmu dan berqurbanlah” (Q.S.Al-Kautsar :1-2).

Sama halnya dengan perintah melak­sanakan haji, maka berqurban juga merupakan kewajiban yang harus di­tunaikan jika kita telah mampu. Se­bagaimana sabda Rasulullah SAW:

Barangsiapa memiliki keluasan harta dan tidak mau menyembelih qurban maka jangan mendekat pada tempat shalatku”. [Hadist Ibnu Ma­jah No. 3123 Kitabul Adlohi]

Maka perlu diwaspadai, jangan sam­pai kita tergolong orang yang di­larang oleh nabi mendekati tempat sholatnya. Jika mendekati tempat sholat saja tidak boleh, bagaimana bisa masuk surga?

Lalu sudah siapkah kita menyembe­lih hewan qurban tahun ini? Harus siap dong! Jika belum siap, yu mari menabung mulai sekarang, mum­pung masih ada waktu. Jika tidak mampu berqurban tunggal, boleh berpatungan dengan saudara atau temannya yang lain. Jangan sampai hanya sekedar jadi penonton. Hanya menunggu pembagian daging qur­ban, tapi tidak berani berqurban.


Sebelum penulis akhiri artikel ini, perlu juga penulis ingatkan, agar tetap menjaga niat dalam berqurban. Tujuan kita menyembelih hewan qurban adalah untuk mendapatkan pahala yang besar BUKAN UNTUK MENCARI DAGING. Kalau niat­nya hanya sekedar mencari daging, lebih baik uangnya disimpan untuk membeli daging di pasar, Inyaallah jumlahnya lebih banyak he he he. Juga jangan lupa agar tetap menja­lin kerukunan dan kekompakan, agar semuanya berjalan lancar dan baro­kah. (*)


Artikel ini telah diterbitkan di Buletin IQRO' edisi Agustus 2015 pada rubrik Budaya.
Rubrik Budaya pada Buletin IQRO' edisi Agustus 2015.

Selasa, 21 Juli 2015

GENGGAMLAH TANGANKU UNTUK SELAMANYA

-Genggamlah Tanganku Untuk Selamanya-  Kupersembahkan untukmu, pasangan yang selalu setia bergandengan tangan.

Tak dipungkiri lagi, bahwa salah satu tanda keharmonisan pasangan adalah selalu berdampingan dimanapun ia berada. Tak peduli di tempat ramai, maupun di tempat yang sepi. Bergandengan tangan, melambai bersama, dan berbagi kesenangan adalah hal yang biasa dilakukannya. Baginya, tak ada alasan yang membuat keduanya berpisah jauh, terlebih dalam waktu yang lama.


Genggamlah tanganku untuk selamanya. By Riswandi and Aisyah
Semua orang menginginkan hal tersebut. Sebab hal itulah yang menjadi tujuan inti dari sebuah pernikahan. Untuk apa menjalin hubungan, jika tidak bisa menjalin keharmonisan yang baik.Namun pada kenyataannya, tidak semua pasangan yang telah resmi dalam ikatan pernikahan mampu menjalin hubungan rumah tangga yang harmonis. Tidak sedikit pasangan yang sering terjadi percekcokan. Bahkan banyak terjadi perceraian dini. Ironisnya, penyebabnya hanyalah persoalan sepeleh.

Maka untuk menjaga hubungan yang baik, perlu adanya komunikasi yang baik, dan saling mengerti satu sama lain. Selain itu, salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan pasangan yang utuh adalah dengan selalu berdampingan saat bepergian. Entah ke rumah kerabat, rumah keluarga, bahkan saat berpetualang.

Kemanapu aku menemanimu. By Riswandi dan Aisyah
Lanjut baca yang ini

Rabu, 08 Juli 2015

DUA SISI CINTA

Saat cinta sudah dianggap segalanya, maka berhati hatilah. Sebab cinta punya dua sisi. Di balik sisinya yang indah nan bercahaya, terdapat jurang kepahitan nan gulita.
Cinta memang kejam. Membuat kita jatuh dengan mudahnya, namun sulit untuk bangkit kembali.
Cinta juga penipu. Awalnya indah berbunga, tapi akhirnya luka berduri.
Lalu apa kita harus takut dengan cinta? TIDAK, tapi WASPADA!
Sebab Cinta itu adalah anugrah. Jika kita mampu memposisikan pada tempatnya, maka cinta itu manis, dan abadi.

Makassar, 30 Mei 2015

LARI PAGI

Keringat yang bercucuran di selaput tubuhku pagi ini melambangkan makna perjuangan.
Setiap tetesnya melambangkan keseriusan.
Setiap helaan nafasku yang tersendat mengandung arti kerja keras.
Setiap hentakan kaki yang bertubi tubi mengandung arti kesemangatan.
Dan setiap ayunan tangan ke depan dan ke belakang bermakna dedikasi.
Perjuangan itu mutlak, begitupun kerja keras.
Meski hasilnya adalah ketentuan Sang Ilahi.
Makassar, 1 Juni 2015

SEPI

Ku terdiam,,
Menyendiri di tengah risau
Merekap rindu yang menggegap
Menitih pilu yang perih
Menghibur diri yang kian lebur
Bak tenggelam dalam lautan kelam
Tersendat dalam sesak
Lebur dalam runtuhan kubur
Lenyap dalam senyap
Lekas hancur tak berbekas
Kurangkai kata ini, tuk mengumbar rindu yang menyiksa
Jasad yang gerah, tak terjamah oleh bisikan kasihmu....

Gowa, 9 Juni 2015

TENTANG HATI

Hati itu tidak pernah bohong. Selalu mengatakan apa yang sebenarnya. Namun terkadang hanya pemilik hati dan penciptanya yang mengetahuinya. Bahkan malaikat sekalipun tidak mampu menebak maksud dari hati.
Terkadang hati terluka, tapi ditutup oleh senyumnya bibir.
Terkadang hati merasa sedih, tapi ditutupi oleh wajah yang ceria.
Terkadang hati merasa susah, tapi disembunyikan oleh jiwa yang terhibur.
Terkadang hati itu menangis, tapi air mata merahasiakannya.
Terkadang pula hati ingin berbicara, tapi lidah tak sanggup bertutur.
Hati itu selalu jujur, tapi terkadang mulut yang berdusta.
Gowa, 9 Juni 2015

BUKA ACARA ITIKAF LDII, PAK DESA IKUT MENGAJI

Basir atau akrab disapa warganya Deng Lira, selaku Kepala Desa Pakatto hadir membuka langsung acara malam pertama Itikaf Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Acara tersebut bertempat di Masjid Khaerul Huda, Jl Kampung Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015).


Kepala Desa Pakatto, Basir, membuka malam pertama itikaf yang diselenggarakan oleh PC-LDII Bontomarannu, bertempat di Masjid Haerul Huda, Jl Kampung Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015). Sebelum membuka secara resmi, Pak Desa memberikan beberapa arahan dan petuah kepada peserta Itikaf.

Dalam arahannya sebelum membuka secara resmi, Pak Desa menyampaikan terimakasih kepada LDII karena telah memilih daerah pemerintahannaya dalam menjalankan dakwah. LDII, menurutnya, adalah organisasi Islam yang baik dan resmi. “Tidak mungkin pemerintah mau datang pada golongan yang abal-abal,” jelasnya, tersirat menyebut LDII bukan golongan abal-abal.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa yang telah menjabat satu tahun lebih ini juga mengatakan siap untuk menghadiri acara LDII pada kesempatan lain jika diundang. Sebaliknya, Pak desa juga berharap partisipasi LDII dalam berbagai program pemerintah, seperti halnya ikut meramaikan pesta HUT RI 17 Agustus. “Jika LDII ingin lebih dikenal, mari ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari kemerdekaan,” ajakannya.

Usai membuka acara, Pak Desa yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi masjid itu kemudian mengikuti acara pengkajian Al-hadits yang dipimpin oleh Ustad Haeruddin S Pdi. Pengkajian ini membahas tentang bab hukum-hukum dalam islam, yang dihimpun dalam Kitab Ahkam. Salah satu hadits yang dimangkulkan –Istilah pemindahan ilmu dari guru ke murid dalam LDII– adalah hadits yang menjelaskan tentang perpecahan umat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Daud itu menjelaskan bahwa umat Yahudi dan Nasrani akan terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, sedangkan umat Islam sendiri akan terpecah menjadi 73 golongan. “Hadits ini telah terbukti,” kata Haeruddin.

Usai membuka acara itikaf secara resmi, Kepala Desa Pakatto mengikuti pengkajian Al-Hadits yang dipimpin oleh Ustad Haeruddin S Pdi. Hadits yang dikaji adalah Kitab Ahkam dan membahas tentang perpecahan umat yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Daud.

Meski tidak mengikuti seluruh rangkaian itikaf, namun Pak Desa meminta do’a restu dari warga LDII agar di tahun yang akan datang dapat ikut itikaf bersama warga LDII.

Kepala Desa Pakatto, Basir (7 dari kiri) berfoto bersama jajaran pengurus LDII usai pembukaan acara malam pertama itikaf yang berlangsung di Masjid Haerul Huda Jl Kampung Borong Lasa, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, pada Selasa malam (7/7/2015).. Acara Itikaf akan berlangsung selama sepuluh malam terakhir Ramadhan dan diikuti oleh seluruh warga LDII.

Itikaf sendiri merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh LDII seluruh Indonesia dan merupakan rangkaian ibadah dalam Islam. Itikaf adalah berdiam diri di masjid dalam rangka menunggu turunnya malam lailatul qodr, yang mana pelaksanaannya dilakukan pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, yakni pada malam ke-21 hingga malam ke-30.


SEKDA GOWA AJARKAN STRATEGI PADA PEMUDA LDII

Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Gowa, Drs H Muchlis hadir memberikan arahan kepada puluhan Pemuda dan Pemudi LDII Gowa dalam acara Pengkajian Al-qur’an dan Al-Hadits yang dilaksanakan DPD LDII Gowa. Kegiatan ini bertempat di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Sombaopu, Gowa, pada Selasa (23/06/2015).

Sekda Gowa, Drs H Muchlis membahas tentang tiga langkah dalam merumuskan perencanaan strategi pada sebuah organisasi dalam acara Pengkajian Al-qur’an dan Al-hadits yang dilaksanakan oleh DPD LDII Gowa di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kec. Somba Opu, Gowa, Selasa (23/06/2015).


Sekda yang baru dilantik 1 Juni lalu ini merasa terpanggil untuk turut membina generasi muda Gowa, terlebih generasi yang berkecimpung di lembaga keagamaan seperti LDII. Maka dalam kesempatan itu, mantan Kepala Bappeda Gowa ini mengulas tentang tiga langkah dalam merumuskan perencanaan strategi pada sebuah organisasi. Tiga langkah itu adalah identifikasi faktor berpengaruh, pemetaan, dan penentuan strategi.

Tahap identifikasi, menurut Muchlis, adalah langkah awal yang sangat penting dipahami agar tidak salah dalam merumuskan strategi. Pada langkah ini, yang penting adalah mengetahui mana unsur yang positif dan mana unsur negatif, baik dari faktor internal maupun dari faktor eksternal. “Jika keliru mengidentifikasi, maka akan keliru menentukan strategi,” ucapnya.

Sekda Gowa, Drs H Muchlis berfoto bersama pengurus LDII Gowa dan pemuda LDII yang mengikuti acara pengkajian Al-qur’an dan Al-hadits di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kec. Somba Opu, Gowa, Selasa (23/06/2015). Puluhan peserta terdiri dari pemuda LDII yang ada di Kabupaten Gowa.

Selanjutnya tahap pemetaan adalah pengelompokan dari unsur-unsur yang berpengaruh. Unsur yang merupakan kekuatan (strength) digabungkan menjadi satu, begitupun unsur yang merupakan kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dan disusun dalam sebuah tabel atau matriks. Sedangkan pada penentuan strategi, dibentuk berdasarkan persilangan dari hasil pemetaan. Dari hasil persilangan ini diperoleh empat macam strategi, yakni strategi SO (strength- opportunity), strategi WO (weakness-opportunity), strategi ST (strength- threat), dan strategi WT (weakness- threat). “Setiap situasi yang berbeda, strategi yang diambil juga harus berbeda,” tegas Sekda.

Sekda Gowa, Drs H Muchlis (tengah) berfoto bersama pengurus LDII Kab. Gowa usai memberikan arahan pada sejumlah pemuda LDII Gowa dalam acara pengkajian Al-qur’an dan Al-Hadits yang diadakan DPD LDII Gowa di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kec. Somba Opu, Gowa, Selasa (23/06/2015). Pengurus LDII mengucap terimakasih atas perkenan Sekda memberikan arahan pada generasi muda LDII.

Hadir memberikan sambutan, Ketua DPD LDII Kabupaten Gowa, Drs Santri MT. Dalam sambutannya, Santri menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekda atas perkenannya memberikan arahan kepada generasi binaannya. Hadir pula sekretaris DPD LDII Gowa, Saparuddin S Ag, serta beberapa ulama dan warga LDII lainnya.


Ketua DPD LDII Gowa, Drs Santri MT (kiri) memberikan majalah Nuansa Persada kepada Sekda Gowa, Drs H Muchlis (kanan) dalam acara pengkajian Al-qur’an dan Al-hadits yang dilaksanakan oleh DPD LDII Gowa di Masjid Baburroyan, Kelurahan Bonto-bontoa, Kec. Somba Opu, Gowa, Selasa (23/06/2015).

Pengkajian Al-qur’an dan Al-hadits yang dilakukan DPD LDII Gowa ini dilakukan untuk membina para generasi penerus dalam upaya membentengi diri dengan ilmu dan ketakwaan. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, terhitung dari tanggal 19 Juni sampai 24 Juni 2015, dan mengangkat tema “Mencari Ilmu di Bulan yang Penuh Berkah.” Acara ini diikuti oleh seluruh generasi muda LDII yang ada di Kabupaten Gowa.

Baca juga di sini


Selasa, 14 April 2015

TIPS SEHAT TANPA OBAT

Assalamu 'alaikum warohmatullohi wabarokatuh!
Senang rasanya mendapatkan kesempatan untuk saling berbagi ilmu. Karena saling berbagi ilmu itu, selain mendapat pahala juga tentunya akan mengasah pengetahuan. Kita selalu dengar ungkapan bahwa "membagi ilmu itu tidak mengurangi ilmu kita, melainkan justru menambah ilmu yang kita miliki." Ibarat pisau, semakin diasah, semakin tajam. Sama dengan ilmu, semakin di-share semakin kita kuasai.

Nah, rekan rekan Blogger. Kali ini saya akan coba berbagi mengenai TIPS AGAR SELALU SEHAT SEHAT. Namun sebelumnya, mari kita simak sedikit tausiah berikut ini.

Ada banyak sekali nikmat yang Alloh berikan kepada kita selaku hambanya. Jika seandainya kita ingin menghitung nikmat itu, niscaya kita tidak akan pernah bisa untuk menghitungnya. Sebagaimana Firman Alloh dalam Al-qur'an yang artinya "Dan jika engkau hendak menghitung nikmatku (Alloh), maka niscaya kalian tidak akan bisa menghitungnya." (Namun saya lupa Surat apa dan ayat berapa, hehehehe). Kita ingat pula suatu cerita dalam Hadits yang menceritakan seorang hamba yang hidup di suatu pulau kecil. Selama hidupnya yang kurang lebih 500 tahun lamanya, hamba tersebut kerjanya hanya ibadah dan tidak pernah melakukan pelanggaran. Hamba tersebut kemudian berdo'a kepada Alloh agar dimatikan dalam keadaan sujud dan dibangkitkan dalam keadaan sujud pula. Do'anyapun diterima. Singkat cerita, ketika hamba tersebut akan dimasukkan ke dalam surga. Maka Alloh pun memerintahkan Malaikat seraya berfirman "masukkan hambaku ini ke dalam surga karena rohmatku!" Namun karena keangkuhan hamba tersebut, diapun menolak untuk dimasukkan ke dalam surga karena rohmat Alloh, melainkan karena ibadahnya yang ratusan tahun ia tekuni selama hidup di dunia. Dan pada akhirnya Alloh menunjukkan perbandingan nikmat yang Alloh telah berikan kepadanya dengan nilai ibadah yang ia telah kerjakan semasa hidupnya. Alloh memperlihatkannya dengan menimbang nikmat sebiji matanya dengan amalannya selama 500 tahun tersebut. Namun hasilnya menunjukkan bahwa nikmat satu biji matanya yang Alloh berikan kepadanya itu lebih berat nilainya dengan ibadah yang ia telah kerjakan selama 500 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa, Nikmat yang Alloh berikan kepada kita itu tiada yang bisa menghitungnya, terlebih jika ingin membalasnya. Itu sangat mustahil. Sehingga nikmat tersebut haruslah kita syukuri.

Diantara sekian banyak nikmat yang Alloh berikan kepada kita, terdapat nikamt yang paling tinggi, yakni nikmat keimanan atau yang sering disebut HIDAYAH. Hidayah ini dapat dikategorikan sebagai RAJANYA KENIKMATAN. Karena jika nikmat yang satu ini tidak diberikan, maka nikmat yang lain semuanya akan bersifat SEMENTARA, karena hanya dapat dinikmati di dunia, dan tidak di akhirot.

Adapun nikmat tertinggi kedua adalah SEHAT. Mengapa nikmat kesehatan ini dikategorikan nikmat nomor dua, karena jika nikamat ini hilang, maka ibadapun akan terganggu. Layaknya hidayah yang harus kita jaga dan dipertahankan, kesehatan pun menjadi sangat penting, sebab ada kaitannya dengan kelancaran ibadah sebagai implementasi keimanan. Jika kita sehat, tentunya segala aktivitas dapat dengan mudah dilakukan. Namun jika kita sakit, semuanya menjadi hambar. Ibadah pun sebagai kewajiban utama akan terganggu.

Nah, berangkat dari pentingnya menjaga kesehatan, maka sedikit saya akan membagi TPS BAGAIMANA MENJAGA KESEHATAN khususnya mencegah agar kita tidak terkena penyakit yang paling mematikan di dunia, yakni Jantung dan Struk.

Tips ini saya dapatkan dari seorang ahli kesehatan, namanya Saiful Arifin. Beliau memang sering memberikan penyuluhan kesehatan di berbagai instansi, seperti sekolah-sekolah, dan juga di berbagai lembaga lainnya. Saya sering mendampinginya, sekaligus belajar darinya bagaimana cara membangun jiwa enterpreneur. Suatu saat saya akan berbagi akan hal itu, Insyaalloh.

Nah langsung saja, tanpa bertele-tele lagi. Berikut giat-giat untuk menjaga kesehatan agar tetap terjaga.

Yang pertama adalah MENJAGA POLA MAKAN YANG SEHAT
Makanan yang sehat adalah makanan yang 80% sayur-sayuran ditambah sejumlah protein dari telur dan susu. Selebihnya 20% adalah nasi dan daging.
Namun kita sadari, kita tidak dapat terhindar dari pola makan yang tidak sehat. Pagi makan COTO, siang makan KONRO, malamnya makan SARI LAUT, hehehe. Tapi itu mungkin hanya sebagian orang ya. Nah jika hal ini terjadi, maka akan terjadi tumpukan lemak dan kolestrol dalam tubuh. Jika hal ini dibiarkan begitu saja dan tidak diredam, maka resiko terkena JANTUNG dan STRUK akan semakin tinggi.

Tips yang kedua adalah ISTRAHAT YANG CUKUP
Istrahat yang cukup bukanlah istrahat yang berkepanjangan. Waktu istrahat yang berkwalitaslah yang dibutuhkan, bukan lamanya kita istrahat. Istrahat yang dimaksud di sini adalah TIDUR.
Lalu berapa jamkah dibutuhkan untuk tidur dalam sehari? sayapun belum tahu pasti idealnya berapa jam, namun seringkali saya mendengar bahwa tidur yang ideal itu berkisaran 6-8 jam. Namun di sini saya tekankan, bukanlah lamanya tidur yang dinilai berkwalitas. Namun, yang dibutuhkan adalah waktu tidur yang berkwalitas. Dengan istrahat pada waktu yang tepat, maka tubuh akan terus meregenerasi insulin yang dibutuhkan oleh kita.
Adapun waktu tidur yang berkwalitas adalah sekitar pukul 22.00 hingga 01.00. Oleh karena itu, sesibuk apapun pekerjaan kita, diusahakan agar mendapatkan waktu istrahat pada jam tersebut.

Tips yang ketiga adalah OLAHRAGA YANG CUKUP
Olahraga dapat membuang kadar asam, dan juga kadar garam dalam tubuh. Selain itu, kadar gula pun ikut terbuang dengan berolahraga. Saat kita olahraga, tubuh kita akan mengeluarkan keringat yang rasanya asin. Hal ini menandakan tubuh kita mengeluarkan kadar asam. Pada sisi badan juga keluar keringat yang rasannya asam (seperti bagian ketiak). Hal ini menandakan kadar asam dalam tubuh kita ikut terbuang. Dan biasanya setelah kita olahraga, kita akan mengeluarkan air seni atau kencing. Menurut peneliti, air seni setelah kita berolahraga rasanya manis. Ini menandakan membuang kadar gula dalam tubuh, tapi gak usah dicoba ya.
Adapun waktu olahraga yang tepat adalah dipagi hari, berkisar pukul 06.00 sampai pukul 09.00. Sebab dalam waktu tersebut, Sinar matahari mengandung banyak unsur yang berguna untuk kesehatan kita.

Nah itulah di atas sedikit tps agar tetap sehat hinggat tua. Namun disini saya pertegas lagi, terkadang hal tersebut tidak dapat kita kerjakan. Sehingga setiap hari tubuh kita mendapatkan asupan RACUN yang bersumber dari makanan. Tapi tenang saja, masih ada tips berikutnya yang saya anggap paling ampuh dan semua orang bisa melakukannya. APAKAH ITU? Nanti saya akan menjelaskannya. Jadi Sabar ya, hehehehehh

Cukup sekian dulu TIPS SEHAT TANPA OBAT. Di lain waktu semoga dapat kesempatan lagi berbagi informasi.
Terimakasih telah membaca. Wassalam....

Makassar, 14 April 2015

Rabu, 25 Maret 2015

Sehat Itu Luar Biasa

Sehat itu nikmat terbesar kedua yang Alloh berikan kepada hambanya.
Namun terkadang kita lupa. Lupa akan nikmat yang luar biasa ini. Lupa memaksimalkan kesempatan yang diberikan untuk bertaqorrub ilalloh, 'mendekatkan diri pada Alloh.' Hingga pada saatnya kita sakit, tak hanya makan yang seperti menelan duri, bernafas pun seakan ditengah ledakan asap.

Saat itu, kita akan selalu dibayang-bayangi kubur nan gulita, dan diselimuti kekhawatiran akan siksa jahannam yang membara. Saat itu pula kita akan menyesal. Menyesali kebodohan diri menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Hingga berharap mendapat kesempatan kedua, namun itu tak pasti.

Apalah arti penyesalan, jika sakaratulmaut sudah di ambang tenggorokan. Malaikat isroil sudah berdiri di depan pintu kamar. Menunggu detik detik kepastian maut yang telah tercatat di lauhil maf'uz. Tak ada lagi kesempatan, melainkan kata laailahaillalloh 'tidak ada Tuhan kecuali Alloh.'

Melihat akan hal itu, tentu kita bisa mencermati. Hidup ini untuk apa, dan sehat harusnya kita berbuat apa. Mati tidak menunggu kapan kita siap, tapi kita harus siap menunggu datangnya mati.

"Tulisan ini saya buat setelah sekian hari ini saya pulang balik menjaga dan menengok keluarga yang sedang terbaring di rumah sakit. Semakin aku tersadar, sehat bukan nikmat yang kecil, tapi merupakan pemberian yang patut kita syukuri."
Makasar, 23/3/2015;07:08

Selasa, 10 Februari 2015

KOMPAK, KERJA MESJID JADI PENGISI HARI LIBUR





Hampir setiap hari minggu, mesjid Khaerul Huda yang terletak di Jl. Borong Lasa, Desa Pakatto Caddi, Kecamatan Bontomarannu tak pernah sepi dari kegiatan pembangunan. Hal ini terlihat dari antusias warga yang kompak mengadakan kerja bakti (gotong royong) pembangunan mesjid, seperti yang dilakukan pada hari minggu (1/2/2015).

Berlandaskan sebuah dalil yang memerintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, para warga ini memanfaatkan waktu liburnya untuk mencari pahala lewat pembangunan mesjid. Diantara mereka, ada yang bertindak sebagai tukang, dan ada pula yang bertindak sebagai buruh. Tak hanya kaum laki-laki, sejumlah ibu-ibu pun ikut andil dalam kegiatan bertajuk amal jariyah ini. Dalam hal ini, kaum ibu-ibu bertugas menyiapkan komsumsi untuk para pekerja.

Menurut ketua pembangunan mesjid khaerul huda, Muslimin Daeng Nappa, gotong royong membangun mesjid ini dilakukan untuk menghemat biaya pembangunan mesjid. Menurutnya, dengan bergotong royong, uang yang seharusnya digunakan untuk membayar tukang, dapat dialihkan untuk membeli bahan bangunan seperti semen, pasir, dan sebagainya. ‘Kalau kita kerja sendiri kan tidak terlalu besar biaya yang dipakai,’ ujar Daeng Nappa.

Daeng Nappa menambahkan, gotong royong dilakukan pada hari minggu dikarenakan merupakan hari libur kerja, khususnya pegawai. Umumnya, waktu libur pekan ini hanya digunakan untuk bersantai. Dengan mengadakan gotong royong, maka waktu yang biasanya berlalu dengan sia-sia dapat bernilai pahala di sisi Allah SWT. ‘Daripada hanya bersantai di rumah, lebih baik kita cari pahala dengan kerja mesjid,’ ucap Daeng Nappa.

Tak jarang pula, kegiatan gotong royong membangun mesjid ini diadakan dimalam hari. Hal ini dilakukan jika tak ada waktu longgar pada hari minggu siang, dimana biasanya dalam sebulan sekali, warga ini mengikuti pengajian yang diprogramkan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Semangat warga dalam berotong royong ini, telah membuahkan hasil. Ini terlihat dari bangunan mesjid Khaerul Huda yang telah brdiri kokoh dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah. Meski bangunannya masih sederhana, namun mesjid ini tak pernah sepi dengan berbagai kegiatan islami, seperti sholat berjama’ah, pengajian umum, serta pembinaan cabe rawit (istilah internal LDII untuk anak usia PAUD).

Semoga saja, kegiatan positif ini dapat terus dibudi dayakan. Dengan demikian, tak hanya materi yang dapat disumbangkan demi berdirinya sebuah tempat ibadah, melainkan jiwa raga pun turut berperan memberikan sumbangsi.

JEJAK TUHAN DI TANAH LABUAJA DAN LEMBANG


Sabtu sore, 31 Januari 2015. Hari itu saya kembali ingin menelusuri jejak kekuasaan Tuhan yang maha luas. Sasaran saya kali ini adalah Kampung Labuaja. Sebuah kampung dengan panorama yang indah nan sejuk. Kampung ini terletak di Desa Layya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.

Selepas menyelesaikan tugas final test di Kampus, sepertinya petualangan kali ini memang pas sebagai bentuk refreshing. Mengembalikan kejernihan otak yang selama kurang lebih 3 minggu terakhir terkuras. Belum lagi proses penyelesaian tugas akhir yang sudah di depan mata, membuat saya harus memanfaatkan momen libur musim ini sembari meresapi bukti kuasa tuhan yang terpapar luas di Kampung Labuaja.

Berangkat dengan menggunakan mobil Toyota Avanza, saya sampai pada rumah tujuan sekitar pukul 9.00 di malam hari. Kebisingan mobil rasanya belum hilang dari kedua kupingku, namun tuan rumah telah memanjakanku dengan suguhan jagung rebus lengkap dengan teh hangatnya. Ya, kebetulan rumah tujuan adalah tak lain merupakan keluarga yang terpisah merantau sejak puluhan tahun yang lalu. Tentunya, salah satu tujuanku ke Kampung inipun sebagai bentuk silaturrohim untuk mempererat kembali hubungan keluarga yang seakan di ujung tanduk karena terpisah oleh jarak.

Suasana keluarga ini nampak gembira dengan kedatanganku. Diawali dengan bercanda gurau bersama, dan saling menanyakan kabar keluarga yang telah lama merindu. Suasana semakin akrab dengan saling memperlihatkan beberapa foto keluarga. Mereka memperlihatkanku foto momen dimana gadis perempuannya, Kartini, dipersanding oleh seorang lelaki yang tidak jauh dari rumahnya. Akupun memperlihatkan beberapa foto keluarga dekatku yang kebetulan saya simpan dalam folder laptopku. Rupanya, mereka masih sangat mengenali raut wajah keluarga yang kuperlihatkan melalui foto itu.

Setelah beristrahat separuh malam, kini telah nampak secercah cahaya fajar dari ufut timur. Sorak adzanpun dikumandangkan seraya memanggil hamba yang masih tertidur pulas. Akupun terbangun dan bergegas membasuh air wudhu, lalu mendatangi masjid, tempat adzan dikumandangkan.

Selepas bersujud dan berdo’a, tak lama kemudian mentari mulai menampakkan sinarnya. Dan mulailah nampak keindahan Kampung Labuaja yang diselimuti hawa yang masih terjaga akan kesejukannya. Di sekeliling Kampung, nampak kehijauan hutan yang masih terjaga akan kerindangannya.

Suasana yang masih pagi, Kampung ini masih sepi dari aktivitas warga. Aku kemudian mencoba menelusuri jalan setapak Kampung ini. Di tengah perjalanan, terlihat jalan kecil yang menurut perkiraanku adalah jalan menuju persawahan. Rasa penasaran sayapun muncul dan ingin melewati jalan itu. Akhirnya, dengan melewati jalan itu, keindahan Kampung ini semakin nampak. Hamparan persawahan yang berlarik-larik terlihat begitu elegan dengan warna khasnya yang hijau.

Dan ada lagi satu keistimewaan yang sepertinya luput dari perhatian masyarakat ataupun pemerintah. Di tengah persawahan yang begitu luas, mengalir sebuah sungai yang sangat luas. Airnya yang deras dan jernih menjadikan sungai ini menarik bagi pecinta diving. Ditambah lagi dengan pinggiran sungai yang bersih dipenuhi bebatuan kecil, membuat sungai ini cocok jadi tempat wisata. Inilah menurutku merupakan Subjek keindahan Kampung ini. Namun sayang, sungai ini belum dikenal luas, dan akses jalan pun belum memadai, sehingga butuh perhatian pemerintah untuk dapat menjadikan sungai ini penarik wisatawan.
Kini, matahari telah berada 90 derajat tepat di atas kepalaku. Dan usai sudah perjalananku di Kampung Labuaja. Namun petualanganku tak berhenti di sini. Setelah menghadap sang Khalik dengan bersujud empat rakaat waktu dhuhur, Aku kemudian berbalik arah dan hendak bertolak ke salah satu kampung yang terletak di Kecamatan Simbang. Sekali berlayar pantang biduk surut ke pantai. Sekali berpetualang, tak cukup satu tempat tujuan.
Ya, Lembang, adalah nama kampung yang saya tuju. Sebuah kampung yang terletak diatas puncak gunung dengan ketinggian kira-kira 800 MDPL. Butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk mencapai Kampung ini yang berjarak kira-kira 10 kilometer dari jalan Poros Maros. Selain jalanan yang terjal, tikungan tajam dan bebatuan menjadi tantangan tersendiri untuk dapat sampai pada Kampung ini. Bahkan, hanya separuh jalan yang dapat ditempuh menggunakan mobil, selebihnya terpaksa harus berjalan kaki. Sungguh, butuh perjuangan keras untuk dapat sampai di kampung ini.
Setelah menikmati lika-liku perjalanan, akhirnya sayapun sampai pada tempat tujuan. Dari atas Kampung ini, tampak pusat Kota Makassar dari kejauhan. Di atas Kampung ini pula, keindahan hutan semakin jelas dengan paparan gunung terbentang dekat.
Saya kemudian mencoba mencari tahu apa saja yang unik dari Kampung ini. Saya mendatangi beberapa rumah dan kemudian menjumpai seorang nenek yang sudah sangat tua. Lalu saya mencoba mendekati dan bercakap dengannya. Lantas saya menanyakan tahun kelahirannya, namun ternyata dia tidak mengetahuinya. Keriput wajahnya yang sangat, dan tubuhnya yang sudah mengecil, menggambarkan nenek ini sepertinya telah berusia lebih dari se-abad. Ditambah lagi dengan sejumlah cucunya yang telah beranak menguatkan penaksiranku bahwa nenek ini lahir sekitar tahun 1910-an. Meskipun sangat tua, namun pendengaran maupun penglihatan nenek ini masih normal.
Ah, telah seharian menelusuri Kampung Labuaja dan Kampung Lembang. Mentari pun seakan tersipu malu hendak bersembunyi di tempat terbenamnya. Kini saatnya aku kembali ke Kota Makassar. Bersiap melanjutkan rutinitasku sebagai Mahasiswa dan Aktivis Tuhan di Senin pagi. Dan telah banyak hikmah yang kupetik dari petualanganku menelusuri dua kampung unik ini. Hingga akhirnya kusemakin tersadar, betapa luas hamparan bukti kekuasaan sang Khalik yang telah mendesain bumi ini untuk dinikmati bersama. Kupatut bersujud kepadamu dan berucap ‘Alhamdulillah…..’

Makassar, 2 Januari 2015