| Dokumentasi Qurban LDII Pakatto 1435H, 2014M. |
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Tinggal menghitung hari, kita kembali dipertemukan dengan
hari raya qurban. Hari yang hanya dapat dijumpai satu kali dalam setahun, yakni
pada bulan haji atau tanggal 10 dzulhijjah. Moment ini merupakan kesempatan
kita untuk meraut pahala yang sangat besar sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Tidak ada amalan yang menyaingi pahala berqurban pada hari ini (hari raya), kecuali keluar berjihad dengan membawa seluruh harta, dan kembali tinggal nama (meninggal)” (Alhadits).
Selain itu merupakan amalan yang paling mulia, juga pada
hari kiamat nanti, hewan qurban yang kita sembelih akan datang pada kita
lengkap dengan tanduknya, bulu-bulunya, kuku-kukunya, dan setiap bulu kasar
maupun bulu halus akan dibalas oleh Allah dengan satu kebaikan, Sabda
Rasulullah SAW:
“Tidak ada amalan anak adam yang lebih disenangi oleh Alloh daripada amalan yang mengalirkan darah (berqurban) yang mana pada hari kiamat hewan qurban itu akan datang dengan sempurna, tanduknya, bulunya, dan kukunya...” (H.R. Tirmidzi)
Subehanallah, sungguh luar biasa ya pahala berqurban itu.
Maka dari itu, kesempatan ini jangan sampai terlewatkan
begitu saja. Mari kita mempersungguh berqurban, sebab ini juga merupakan
perintah langsung dari Allah kepada orang beriman, sebagaimana Firman Allah
dalam Al-qur’an:
“Sesungguhnya aku telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena tuhanmu dan berqurbanlah” (Q.S.Al-Kautsar :1-2).
Sama halnya dengan perintah melaksanakan haji, maka
berqurban juga merupakan kewajiban yang harus ditunaikan jika kita telah
mampu. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa memiliki keluasan harta dan tidak mau menyembelih qurban maka jangan mendekat pada tempat shalatku”. [Hadist Ibnu Majah No. 3123 Kitabul Adlohi]
Maka perlu diwaspadai, jangan sampai kita tergolong orang
yang dilarang oleh nabi mendekati tempat sholatnya. Jika mendekati tempat
sholat saja tidak boleh, bagaimana bisa masuk surga?
Lalu sudah siapkah kita menyembelih hewan qurban tahun
ini? Harus siap dong! Jika belum siap, yu mari menabung mulai sekarang, mumpung
masih ada waktu. Jika tidak mampu berqurban tunggal, boleh berpatungan dengan
saudara atau temannya yang lain. Jangan sampai hanya sekedar jadi penonton.
Hanya menunggu pembagian daging qurban, tapi tidak berani berqurban.
Sebelum
penulis akhiri artikel ini, perlu juga penulis ingatkan, agar tetap menjaga
niat dalam berqurban. Tujuan kita menyembelih hewan qurban adalah untuk
mendapatkan pahala yang besar BUKAN UNTUK MENCARI DAGING. Kalau niatnya
hanya sekedar mencari daging, lebih baik uangnya disimpan untuk membeli daging
di pasar, Inyaallah jumlahnya lebih banyak he he he. Juga jangan lupa agar
tetap menjalin kerukunan dan kekompakan, agar semuanya berjalan lancar dan
barokah. (*)
Baca juga Pak Desa Pakatto Mengaji di LDII
Artikel ini telah diterbitkan di Buletin IQRO' edisi Agustus 2015 pada rubrik Budaya.
![]() |
| Rubrik Budaya pada Buletin IQRO' edisi Agustus 2015. |
