Selasa, 10 Februari 2015

KOMPAK, KERJA MESJID JADI PENGISI HARI LIBUR





Hampir setiap hari minggu, mesjid Khaerul Huda yang terletak di Jl. Borong Lasa, Desa Pakatto Caddi, Kecamatan Bontomarannu tak pernah sepi dari kegiatan pembangunan. Hal ini terlihat dari antusias warga yang kompak mengadakan kerja bakti (gotong royong) pembangunan mesjid, seperti yang dilakukan pada hari minggu (1/2/2015).

Berlandaskan sebuah dalil yang memerintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, para warga ini memanfaatkan waktu liburnya untuk mencari pahala lewat pembangunan mesjid. Diantara mereka, ada yang bertindak sebagai tukang, dan ada pula yang bertindak sebagai buruh. Tak hanya kaum laki-laki, sejumlah ibu-ibu pun ikut andil dalam kegiatan bertajuk amal jariyah ini. Dalam hal ini, kaum ibu-ibu bertugas menyiapkan komsumsi untuk para pekerja.

Menurut ketua pembangunan mesjid khaerul huda, Muslimin Daeng Nappa, gotong royong membangun mesjid ini dilakukan untuk menghemat biaya pembangunan mesjid. Menurutnya, dengan bergotong royong, uang yang seharusnya digunakan untuk membayar tukang, dapat dialihkan untuk membeli bahan bangunan seperti semen, pasir, dan sebagainya. ‘Kalau kita kerja sendiri kan tidak terlalu besar biaya yang dipakai,’ ujar Daeng Nappa.

Daeng Nappa menambahkan, gotong royong dilakukan pada hari minggu dikarenakan merupakan hari libur kerja, khususnya pegawai. Umumnya, waktu libur pekan ini hanya digunakan untuk bersantai. Dengan mengadakan gotong royong, maka waktu yang biasanya berlalu dengan sia-sia dapat bernilai pahala di sisi Allah SWT. ‘Daripada hanya bersantai di rumah, lebih baik kita cari pahala dengan kerja mesjid,’ ucap Daeng Nappa.

Tak jarang pula, kegiatan gotong royong membangun mesjid ini diadakan dimalam hari. Hal ini dilakukan jika tak ada waktu longgar pada hari minggu siang, dimana biasanya dalam sebulan sekali, warga ini mengikuti pengajian yang diprogramkan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Semangat warga dalam berotong royong ini, telah membuahkan hasil. Ini terlihat dari bangunan mesjid Khaerul Huda yang telah brdiri kokoh dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah. Meski bangunannya masih sederhana, namun mesjid ini tak pernah sepi dengan berbagai kegiatan islami, seperti sholat berjama’ah, pengajian umum, serta pembinaan cabe rawit (istilah internal LDII untuk anak usia PAUD).

Semoga saja, kegiatan positif ini dapat terus dibudi dayakan. Dengan demikian, tak hanya materi yang dapat disumbangkan demi berdirinya sebuah tempat ibadah, melainkan jiwa raga pun turut berperan memberikan sumbangsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar